Jumat, 05 Juni 2015 | By: Tuxedo Kamen

Aku dan Islam



Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa adanya, tanpa reserve”. Begitulah kira-kira suatu pernyataan yang akan selalu saya ingat didalam hidup saya. Waktu itu saya masih seorang penganut Kristen Katolik berusia 12 tahun yang banyak sekali pertanyaan di dalam hidup saya. Diantara pertanyaan-pertanyaan itu, tiga pertanyaan yang paling besar adalah: Darimana asal kehidupan ini, Untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir daripada kehidupan ini. Dari tiga pertanyaan tersebut muncullah pertanyaan-pertanyaan turunan, “Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada 3, tuhan bapa, putra dan roh kudus? Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu mati, lalu bangkit lagi?”. Jawaban-jawaban itu selalu akan mendapatkan jawaban yang mengambang dan tak memuaskan.

Selasa, 24 Maret 2015 | By: Tuxedo Kamen

MANUSIA SYETAN ATAU SYETAN MANUSIA ?

Kata Syaithoon, / " setan "  ada dua pengertian :

Pengertian pertama :

Makna Lafadz " Sya-i-tho-nun"  secara gramatika,; dengan nun ashliyah pada wazan fa-i-'aa-lun ( yang akar katanya: sya-tho-na) maknanya adalah  = al-ba'iid, = " jauh "
Pengertian ke dua :

Kata:  sya-i-tho-nun dengan ya'   ashliyah sementara nun-nya nun- zaidah, pada wazan fa'-laa-nun  ( yang akar kata-nya : syaa-tho (tanpa nun), -  yasyiithu, -  maka maknanya adalah ihtaroqo = " terbakar – membakar – karena api itu bersifat membakar.
Minggu, 22 Maret 2015 | By: Tuxedo Kamen

Pembuktian Iman Berdasarkan Akal

Akal merupakan potensi yang telah diberikan oleh sang Pencipta sebagai modal dalam mengarungi kehidupan ini. Semua manusia diberikan akal ini untuk memahami dan mencerna segala macam persoalan atau masalah yang ada dalam kehidupan. Begitu pun dalam proses keimanan, penggunaan akal sebagai pijakan dalam memahami eksistensi sang Maha Pencipta menjadi sesuatu yang perlu. Sebab eksistensi Pencipta tak dapat diraba dengan menggunakan perasaan saja. Sebagian besar jumhur ulama berpendapat bahwa dalam beriman harus menggunakan akal dan pemikiran yang mendalam, hal ini untuk menghindari adanya taqlid dalam beriman kepada Tuhan.
Jumat, 06 Maret 2015 | By: Tuxedo Kamen

Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutb; Dari Al Aqqad, Hasan Al Banna, hingga Taqiyudin An-Nabhani




oleh Hafidz Abdurahman M.A

Untuk  membaca,  apalagi  melacak,  pemikiran Sayyid  Qutub  (1906-1966),  seperti  kata  penulis  buku  ini, diperlukan  kejelian  dan  kecermatan.  Karena  itu,  ketika menulis pengantar  ini,  saya  berusaha  mengumpulkan referensi  sebanyak-banyaknya  tentang  Sayyid  Qutub  dan pemikirannya,  agar  saya  bisa  bersikap  amanah,  setidak-tidaknya  untuk menjawab  pertanyaan  besar  yang  belum dijawab  dalam  buku  Perubahan  Mendasar  Pemikiran Sayyid  Qutub  ini.

NU, RESOLUSI JIHAD dan KEMERDEKAAN INDONESIA


 
Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa dilepaskan dari peran para pejuang muslim, atau lebih tepatnya kaum santri. Yang menarik, berdasarkan laporan pemerintah Belanda sendiri, bahwa peristiwa perlawanan sosial politik terhadap penguasa kolonial, dipelopori oleh para kiai sebagai pemuka agama, para haji, dan guru-guru ngaji.

Ironis, sejarah yang diajarkan kepada anak-anak sekolah, tidak mengenalkan peran “Resolusi Jihad” yang dikomandoi oleh KH. Hasyim Asy’ari yang mengeluarkan fatwa “wajib” bagi setiap muslim untuk mempertahankan kemerdekaan.
Minggu, 14 Desember 2014 | By: Tuxedo Kamen

Natalan Bukan Milik Yesus, tapi Hari Ulang Tahun Kelahiran Dewa Kafir

Bagi umat Kristen, Natal 25 Desember adalah hari besar yang dirayakan dengan sepenuh suka cita dan kemeriahan. Hari ini diyakini sebagai peristiwa kelahiran Yesus Kristus ke dunia (Dies Natalis of Jesus Christ). Peringatan ini menjadi penting, karena mereka meyakini Yesus sebagai tuhan dan juru selamat. Dengan kata lain, perayaan Natal bagi umat kristiani adalah memperingati hari ulang tahun kelahiran tuhan.

Mengapa mereka merayakan hari ulang tahun kelahiran Yesus tanggal 25 Desember? Apakah Yesus benar-benar lahir tanggal 25 Desember?

Sebenarnya, semua teologi Kristen sepakat bahwa Yesus tidak lahir pada tanggal 25 Desember. Meski demikian, para teologi berselisih pendapat mengenai tanggal lahir Yesus.

Fatwa MUI Tentang Haramnya Mengikuti Perayaan Natal

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia,
Memperhatikan:

Perayaan Natal bersama pada akhir-akhir ini disalah-artikan oleh sebagian ummat Islam dan disangkakan sama dengan ummat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal.
Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan ibadah.

Menimbang:

Ummat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama.
Ummat Islam agar tidak mencampur-adukkan aqidah dan ibadahnya dengan aqidah dan ibadah agama lain.
Ummat Islam harus berusaha untuk menambah iman dan taqwanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tanpa mengurangi usaha ummat Islam dalam Kerukunan Antar Ummat Beragama di Indonesia.