Ada segelintir orang yang memotong suatu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tentang kisah Ali Bin Abi Thalib r.a. ketika dia meminang putri Abu Jahal. Pada waktu itu, Ali r.a. telah beristrikan Fatimah binti Rasulullah shallallahu a’alaihi wa sallam. Saat itu Ali r.a. meminta izin kepada RasuluLlah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menikahi putri Abu Jahal, Lalu Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidak aku izinkan, tidak aku izinkan, tidak aku izinkan, kecuali Ali bin Abi Thalib rela untuk menceraikan putriku dan menikahi putrinya Abu Jahal. Sesungguhnya fatimah adalah darah dagingku, menyenangkan-ku apa yang menyenangkan-nya, meyakiti-ku apa yang menyakiti-nya.”
Aku dan Islam
Syabab.Com - “Jika kamu masih mempunyai banyak
pertanyaan, maka kamu belum dikatakan beriman, Iman adalah percaya apa adanya,
tanpa reserve”. Begitulah
kira-kira suatu pernyataan yang akan selalu saya ingat didalam hidup saya.
Waktu itu saya masih seorang penganut Kristen Katolik berusia 12 tahun yang
banyak sekali pertanyaan di dalam hidup saya. Diantara pertanyaan-pertanyaan
itu, tiga pertanyaan yang paling besar adalah: Darimana asal kehidupan ini,
Untuk apa adanya kehidupan ini, dan akan seperti apa akhir daripada kehidupan
ini. Dari tiga pertanyaan tersebut muncullah pertanyaan-pertanyaan turunan,
“Kenapa tuhan pencipta kehidupan ini ada 3, tuhan bapa, putra dan roh kudus?
Darimana asal tuhan bapa?”, atau “Mengapa tuhan bisa disalib dan dibunuh lalu
mati, lalu bangkit lagi?”. Jawaban-jawaban itu selalu akan mendapatkan jawaban
yang mengambang dan tak memuaskan.
MANUSIA SYETAN ATAU SYETAN MANUSIA ?
Kata Syaithoon, / " setan " ada dua pengertian :
Pengertian pertama :
Makna Lafadz " Sya-i-tho-nun" secara gramatika,;
dengan nun ashliyah pada wazan fa-i-'aa-lun ( yang akar katanya: sya-tho-na)
maknanya adalah = al-ba'iid, = " jauh "
Pengertian ke dua :
Kata: sya-i-tho-nun dengan ya' ashliyah sementara nun-nya
nun- zaidah, pada wazan fa'-laa-nun ( yang akar kata-nya : syaa-tho
(tanpa nun), - yasyiithu, - maka maknanya adalah ihtaroqo = "
terbakar – membakar – karena api itu bersifat membakar.
Pembuktian Iman Berdasarkan Akal
Akal merupakan potensi yang telah diberikan oleh sang
Pencipta sebagai modal dalam mengarungi kehidupan ini. Semua manusia diberikan
akal ini untuk memahami dan mencerna segala macam persoalan atau masalah yang
ada dalam kehidupan. Begitu pun dalam proses keimanan, penggunaan akal sebagai
pijakan dalam memahami eksistensi sang Maha Pencipta menjadi sesuatu yang
perlu. Sebab eksistensi Pencipta tak dapat diraba dengan menggunakan perasaan
saja. Sebagian besar jumhur ulama
berpendapat bahwa dalam beriman harus menggunakan akal dan pemikiran yang
mendalam, hal ini untuk menghindari adanya taqlid
dalam beriman kepada Tuhan.
Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutb; Dari Al Aqqad, Hasan Al Banna, hingga Taqiyudin An-Nabhani

oleh Hafidz Abdurahman M.A
Untuk membaca, apalagi melacak, pemikiran Sayyid Qutub
(1906-1966), seperti kata penulis buku ini, diperlukan kejelian
dan kecermatan. Karena itu, ketika menulis pengantar ini, saya berusaha mengumpulkan referensi
sebanyak-banyaknya tentang Sayyid Qutub dan pemikirannya, agar
saya bisa bersikap amanah, setidak-tidaknya untuk menjawab pertanyaan besar yang belum dijawab
dalam buku Perubahan Mendasar Pemikiran Sayyid Qutub ini.
NU, RESOLUSI JIHAD dan KEMERDEKAAN INDONESIA
Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak bisa
dilepaskan dari peran para pejuang muslim, atau lebih tepatnya kaum
santri. Yang menarik, berdasarkan laporan pemerintah Belanda sendiri,
bahwa peristiwa perlawanan sosial politik terhadap penguasa kolonial,
dipelopori oleh para kiai sebagai pemuka agama, para haji, dan guru-guru
ngaji.
Ironis, sejarah yang diajarkan kepada anak-anak sekolah, tidak
mengenalkan peran “Resolusi Jihad” yang dikomandoi oleh KH. Hasyim
Asy’ari yang mengeluarkan fatwa “wajib” bagi setiap muslim untuk
mempertahankan kemerdekaan.
Natalan Bukan Milik Yesus, tapi Hari Ulang Tahun Kelahiran Dewa Kafir
Bagi umat Kristen, Natal 25 Desember adalah hari besar yang
dirayakan dengan sepenuh suka cita dan kemeriahan. Hari ini diyakini
sebagai peristiwa kelahiran Yesus Kristus ke dunia (Dies Natalis of Jesus Christ).
Peringatan ini menjadi penting, karena mereka meyakini Yesus sebagai
tuhan dan juru selamat. Dengan kata lain, perayaan Natal bagi umat
kristiani adalah memperingati hari ulang tahun kelahiran tuhan.
Mengapa mereka merayakan hari ulang tahun kelahiran Yesus tanggal 25
Desember? Apakah Yesus benar-benar lahir tanggal 25 Desember?
Sebenarnya, semua teologi Kristen sepakat bahwa Yesus tidak lahir
pada tanggal 25 Desember. Meski demikian, para teologi berselisih
pendapat mengenai tanggal lahir Yesus.
Langganan:
Postingan (Atom)

